Pemeliharaan
Ayam pedaging (Broiler)

Kelompok : 1
Anggota :
Rahmat fajar
Ramadhan
Rima agusriza
Lisa febriana
Nina maria
Nurfayani
Fiki ayu novita
Ayam
broiler
Ayam broiler merupakan hasil teknologi yaitu
persilangan antara ayam Cornish dengan Plymouth Rock. Karakteristik ekonomis,
pertumbuhan yang cepat sebagai penghasil daging, konversi pakan rendah, dipanen
cepat karena pertumbuhannya yang cepat, dan sebagai penghasil daging dengan
serat lunak (Murtidjo, 1987). Menurut Northe (1984) pertambahan berat badan
yang ideal 400 gram per minggu untuk jantan dan untuk betina 300 gram per
minggu
Perkandangan
Kandang yang baik adalah kandang yang dapat
memberikan kenyamanan bagi ayam, mudah dalam tata laksana, dapat memberikan
produksi yang optimal, memenuhi persyaratan kesehatan dan bahan kandang mudah
didapat serta murah harganya. Bangunan kandang yang baik adalah bangunan yang
memenuhi persyaratan teknis, sehingga kandang tersebut biasa berfungsi untuk
melindungi ternak terhadap lingkungan yang merugikan, mempermudah tata laksana,
menghemat tempat, menghindarkan gangguan binatang buas, dan menghindarkan ayam
kontak langsung dengan ternak unggas lain (Anonimus, 1994).
ternak ayam ras meliputi: persyaratan temperatur
berkisar antara 32,2-35 derajat C, kelembaban berkisar antara Sistem
perkandangan yang ideal untuk usaha 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai
dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi
dan tidak melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan dengan
umur ayam, untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box,
untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang
dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang bateray.
Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat,
bersih dan tahan lama(Bambang,1995).
Pakan
Ayam
broiler sebagai bangsa unggas umumnya tidak dapat membuat makanannya sendiri.
Oleh sebab itu ia harus makan dengan cara mengambil makanan yang layak baginya
agar kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi. Protein, asam amino, energi, vitamin,
mineral harus dipenuhi agar pertumbuhan yang cepat itu dapat terwujud tanpa
menunggu fungsi- fungsi tubuhnya secara normal. Dari semua unsur nutrisi itu
kebutuhan energi bagi ayam broiler sangat besar (Rasyaf, 1994).
pakan
adalah campuran dari berbagai macam bahan organik maupun anorganik untuk ternak
yang berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan zat-zat makanan dalam proses
pertumbuhan. Ransum dapat diartikan sebagai pakan tunggal atau campuran dari
berbagai bahan pakan yang diberikan pada ternak untuk pemenuhan kebutuhan
nutrisi ternak selama 24 jam baik diberikan sekaligus maupun sebagian.
Manajemen
Pemeliharaan
Manajemen PemeliharaanPemeliharaan
ayam daging ditujukan untuk mencapai beberapa sasaran yaitu tingkat kematian
serendah mungkin, kesehatan ternak baik, berat timbangan setiap ekor setinggi
mungkin dan daya alih makanan baik (hemat). Untuk mencapai hal-hal tersebut ada
beberapa hal pokok yang perlu dipertimbangkan sebaik-baiknya dalampemeliharaan
ayam pedaging yaitu perkandangan dan peralatan serta persiapannya, pemeliharaan
masa awal dan akhir, pemberian pakan, pencegahan dan pemberantasan penyakit dan
pengelolaan
Mulai hari ke-2 hingga
ayam dipanen sudah diberi air munum. Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada
hari ke-4. Minggu Kedua (hari ke-8 sampai ke-14). Pemeliharaan minggu kedua
masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih rin
Minggu Keempat (hari ke-22
sampai ke-28). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu
ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk
mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat
badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gram per ekor atau 6,5 kg
untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada
umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
Minggu Kelima (hari ke-29
sampai ke-35). Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana
lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu
dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap
kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gram per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor
ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan
dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 sampai 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam
sudah dapat dipanen.
Minggu Keenam (hari ke-36
sampai ke-42). Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih
tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan.
Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.
Vaksinasi dan Pencegahan Penyakit
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan
ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu
vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata,
dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta
melalui suntikan atau air minum.
Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan beberapa
cara, seperti tetes mata, hidung, mulut (cekok), atau melalui air minum.
Vaksinasi harus dilakukan dengan benar sehingga tidak menyakiti, unggas dan
mempercepat proses vaksinasi, dan tidak meninggalkan sisa sampah dari peralatan
vaksinasi seperti suntikan, sarung tangan, masker maupun sisa vaksin yang
digunakan (botol vaksin).
Penyakit yang sering menyerang ayam
broiler yaitu :
Tetelo (Newcastle Disease/ND)
Penyakit cacar ayam
Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)
Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease) Berak
Kapur (Pullorum)
Berak darah (Coccidiosis)
Pasteurollosis
( kolera unggas)
Sindrom Kerdil Ayam
Colibacillosis
Pilek Pada Ayam
Pemanenan
1.
Stoving
Penampungan
ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempatkan di kandang penampungan
(Houlding Ground)
2.
Pemotongan
Pemotongan
ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar keseluruhan atau
sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal ini agar kualitas daging
bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.
3.
Pengulitan atau Pencabutan Bulu
Caranya
ayam yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas (51,7- 54,4 0C).
Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu yang halus dicabut
dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar dengan nyala api biru.
4.
Pengeluaran Jeroan
Bagian
bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan ampela)
dikeluarkan. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada daging siap
dimasak dalam kemasan terpisah.
5.
Pemotongan Karkas
Kaki dan
leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai. Setelah semua
jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih, kaki ayam/paha
ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan dan dikemas.
Kesimpulan
Ayam merupakan salah satu ternak yang potensial di
daerah kita,dilihat dari segi konsumsi masyarakat dan kebutuhan masyarakat akan
daging dan telur ayam sangat tinggi karena hamper setiap hari
dikonsumsi,sehingga beternak ayam adalah salah satu peluang bisnis yang sangat
menguntungkan jika kita mau menekuninya dengan sungguh – sungguh.
Beternak ayam juga memerlukan profesionalisme dan
dedikasi yang penuh terhadap peternakan ayamnya, agar hasil yang didapat juga
maksimal dan sangat memuaskan. Dalam arti kita mendapat keuntungan dari sisi
ekonomi dan juga kita akan mendapatkan kepuasan batin dan itu merupakan
kebanggaan tersendiri dari diri kita atas usaha yang kita tekuni.
Saran
Semoiga makalah ini dapat menjadi panduan yang
berguna bagi para peternak ayam baik bagi pemula maupun yang professional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar