Kandang Ayam
Kandang adalah Bangunan yang dibuat
untuk tempat ternak ayam berlindung dari pengaruh luar dan tempat tinggal dalam
memberikan produksi, tumbuh dan berkembang biak dan aktivitas lainnya.
Kandang bagi ayam Ras / Negeri/
Unggul memiliki arti yang sangat penting dalam rangka mencapai tujuan
pemeliharaan yang optimal.
Sistem Kandang.
Ditinjau dari bangunan kandang dan cara pemeliharaan, maka dikenal 4 sistem kandang yaitu :
Ditinjau dari bangunan kandang dan cara pemeliharaan, maka dikenal 4 sistem kandang yaitu :
1. Sistem Alas (Litter system)
Suatu kandang yang lantai menempel pada tanah, dimana alas kandang diberi Litter seperti sekam padi, Jerami padi yang dicacah, Serbuk gergaji, Tongkol jagung yang dicacah, postal dll. Kandang ini biasanya untuk pemeliharaan Intensif.
Suatu kandang yang lantai menempel pada tanah, dimana alas kandang diberi Litter seperti sekam padi, Jerami padi yang dicacah, Serbuk gergaji, Tongkol jagung yang dicacah, postal dll. Kandang ini biasanya untuk pemeliharaan Intensif.
2. Sistem Sangkar / Kurungan (Cage
system)
Suatu kandang yang lantai tidak menempel pada tanah tetapi berbentuk sangkar atau kurungan. Modifikasi dari jenis ini adalah Kandang Battery. Kandang ini digunakan untuk pemeliharaan intensif bahkan kandang sering dibuat bertingkat.
Suatu kandang yang lantai tidak menempel pada tanah tetapi berbentuk sangkar atau kurungan. Modifikasi dari jenis ini adalah Kandang Battery. Kandang ini digunakan untuk pemeliharaan intensif bahkan kandang sering dibuat bertingkat.
3. 3.
Sistem Umbaran (Raenge system)
Suatu kandang yang memiliki tempat halaman / umbaran. Pemeliharaan sistem ini biasanya semi intensif, dimana kadang-kadang dikandangkan dan kadang-kadang diumbar.
Suatu kandang yang memiliki tempat halaman / umbaran. Pemeliharaan sistem ini biasanya semi intensif, dimana kadang-kadang dikandangkan dan kadang-kadang diumbar.
4. 4.
Sistem Kombinasi (Combination System)
Suatu kandang hasil penggabungan dari sistem kandang yang ada. Bisa dari 2 atau 3 sistem, bahkan bisa memformulasikan ke dalam bentuk modifikasi. Prinsip dasar penggunaan sistem kombinasi adalah untuk mengurangi kelemahan-kelemahan dari sistem yang lain.
Suatu kandang hasil penggabungan dari sistem kandang yang ada. Bisa dari 2 atau 3 sistem, bahkan bisa memformulasikan ke dalam bentuk modifikasi. Prinsip dasar penggunaan sistem kombinasi adalah untuk mengurangi kelemahan-kelemahan dari sistem yang lain.
Membangun Kandang
Hal hal yang harus dimperhatikan
dalam membangun kandang :
1. Mengetahui syaratnya yaitu Lokasi, Sistem serta Bentuk dan Konstruksinya.
2. Mengetahui bentuk dan konstruksi bagian bawah, tengah dan atas.
3. Bagian Bawah bisa litter, batery, panggung. Bagian tengah : Ventilasi,
cahaya, angin. Sedangkan bagian atas adalah atap.
4. Tipe Atap ada beberapa macam yaitu Monitor, semi monitor, gable, shade,
zig-zaq dll.
5. Kelembaban 50 – 60 % suhu ideal dalam kandang 21-26 oC
serta cahaya 14 – 17 jam/hari.
6. Tidak perlu secara mutlak memperhatikan arah kandang dengan arah datangnya
sinar matahari, akan tetapi jangan menentang datangnya angin. Ventilasi dibuat
sebanyak mungkin.
7. Kepadatan kandang disesuaikan dengan umur ternak ayam dimana secara
prinsip ayam bisa bergerak bebas tetapi tidak terlalu leluasa untuk berlari.
Kepadatan kandang disesuaikan dengan karakteristik dan tipe ayam. Patokan awal
40 ekor/m2 dan akhir 5 – 7 ekorm2 baik untuk pedaging
maupun petelur.
8. Perlengkapan kandang harus terpenuhi untuk kegiatan manejemen
pemeliharaan ayam seperti Brooder, Drinking through, Feeding through, dropping
pit (kotoran), alat tangkap, alat suntuk dll.
•
Makanan
–
Ternak ayam tergolong Non Ruminansia,
dimana lambungnya adalah lambung tunggal dengan alat pencernaan
pendek/sederhana sehingga makanan harus sedikit serat kasar. Fungsi makanan
adalah : Maintenance (Hidup Pokok), Produksi dan Reproduksi.
•
Bentuk Ransum
–
Ransum adalah sejumlah makanan yang
siap diberikan kepada ayam untuk kebutuhan 24 jam.
–
Ransum tersusun dari Bahan-bahan
pakan. Ransum bisa berbentuk halus, kasar dan modifikasi dari 2 bentuk menjadi
bentuk pellet dan crumble.
–
Jenis Makanan.
–
Jenis makanan pada dasarnya merupakan
bahan-bahan penyusun ransum dan ransum jadi.
–
Jenisnya antara lain Konsentrat (30 –
40 % Protein), Makanan fase Starter (20-22% Protein), Grower (18-20% Protein) ,
Layer/Finisher (16-18 % Protein).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar