Selasa, 14 Januari 2014

Panduan Budidaya Ayam Broiler (Pedaging)



I.                  Pendahuluan
Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).

II. Pemilihan Bibit
Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih

III. Kondisi Teknis yang Ideal
A) Lokasi kandang. Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.

B) Pergantian udara dalam kandang. Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.

C) Kemudahan mendapatkan sarana produksi. Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.
Suhu udara dalam kandang. Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :

Umur (hari)  Suhu (C )
01 - 07  34 - 32
08 - 14  29 - 27
15 - 21  26 - 25
21 - 28  24 - 23
29 - 35  23 - 21


II.                IV. Tata Laksana Pemeliharaan
4.1 Perkembangan
Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.

Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

4.2. Pakan
Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).

Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler. Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.

Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.

Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =
1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.

panduan budidaya ayam broiler pedaging potong viterna poc nasa hormonik
4.3. Vaksinasi
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

4.4. Teknis Pemeliharaan
1) Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).

Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.

2) Minggu Kedua (hari ke 8 -14). Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.

3) Minggu Ketiga (hari ke 15-21). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.

4) Minggu Keempat (hari ke 22-28). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.

5) Minggu Kelima (hari ke 29-35). Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
Minggu Keenam (hari ke-36-42). Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.


4.5. Penyakit
Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :

1) Tetelo (Newcastle Disease/ND). Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.

2) Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD). Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.

3) Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease). Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
Berak Kapur (Pullorum). Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.
Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.

Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan.

Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :

1) Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
2) Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
3) Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.





4.6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang
Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.


Catatan : Penggunaan produk Nasa, Viterna, POC Nasa, dan Hormonik ini juga sangat bermanfaat untuk mendukung budidaya peternakan lainnya, seperti Budidaya Kambing, Budidaya Babi, Budidaya Unggas, maupun budidaya hewan hias.

Ternak Unggas

Ternak Unggas

TERNAK AYAM (Gallus domesticus)
Dalam sistematika binatang (sistematika zoology) ternak ayam dapat disusun sbb.
Kingdom    : Animal  (Binatang)
Phylum                : Chordata (Binatang bertulang                                     belakang)
Class           : Aves (Burung).
Order         : Galliformes (Burung dengan bulu pengait)
Family       : Phasianidae (Burung berparuh dan  berjalan ditanah)
Genus         : Gallus (Ayam Hutan).
Species       : Gallus domesticus (Ayam hutan yang  dijinakkan).
Kalau ditilik dari asal usul ayam-ayam yang ada sekarang diduga berasal dari ayam-ayam liar (Wild-fowl) atau ayam hutan dari Gallus species.
Adapun  gallus species yang memungkinkan adanya ternak ayam sekarang ini ada 4, yaitu :
      Gallus gallus
    Dikenal dengan Gallus bankiva, gallus ferrugenius, Red Jungle Fowl.
    Tempat hidup disekitar hutan india, Burma, Siam (Muangthai), Chocin China (Indo China), Filipina, Malaysia dan Sumatra Barat.
      Ciri-ciri :
    Bulu Utama pada ekor 14 helai, Jengger satu, pial dua, Badan relatif kecil dibanding dengan ayam sekarang, Jantan Bulu pada bagian leher, sayap dan punggung berwarna merah, sedangkan bagian dada dan badan bawah berwarna hitam. Pada Betina bulu berwarna coklat bergaris hitam, Telur kecil berkulit merah kekuningan.
Gallus lafayetti
    Dikenal dengan Ceylonese Jungle Fowl.
    Tempat hidup disekitar Pulau Ceylon (Srilangka)
      Ciri-ciri :
    Mirip Gallus gallus, hanya Bulu Jantan Bulu pada bagian leher, sayap dan punggung berwarna merah, sedangkan bagian dada dan badan bawah berwarna Oranye. Pada bagian tengah jengger warna kuning dikelilingi merah, Kulit telur berbintik-bintik.

Gallus sonneratti
    Dikenal dengan Grey Jungle Fowl.
    Tempat hidup disekitar hutan india bagian barat daya dari Bombay sampai Madras.
      Ciri-ciri :
    Mirip Gallus gallus, hanya pada bulu ada aspek warna abu-abu. Kulit telur kadang-kadang berbintik-bintik.
Menurut Teori asal usul terbentuknya bangsa-bangsa ayam sekarang dikenal 2 teori yaitu :
Teori Monopyletic
Dikemukakan oleh Charles Darwin (1868), dimana dikemukakan bahwa yang menurunkan bangsa-bangsa ayam sekarang adalah jenis (species) gallus gallus.
Alasan :
      Gallus gallus mudah dikawinkan secara bebas dengan bangsa ayam yang ada sekarang, sedangkan ketiga jenis yang lain sulit dilakukan.
      Filia Pertama (F-1) antara Gallus gallus dengan bangsa ayam yang ada sekarang biasanya bersifat subur, sedangkan ketiga jenis yang lain bersifat mandul.
      Pada ayam-ayam seperti Brown Leghorn dan Black Breasted, Red Games dalam beberapa hal terutama warna bulu mirip dengan gallus gallus.
      Dari beberapa percobaan perkawinan pada ayam-ayam jinak sewaktu-waktu terdapat keturunan seperti Gallus gallus (Reversion)
Teori Polypyletic
Teori ini mengemukakan adanya 2 kemungkinan mengenai terbentuknya bangsa-bangsa ayam sekarang.
      Pertama : Kemungkinan dibentuk oleh lebih dari  satu jenis yang ada dan
      Kedua  : Kemungkinan dibentuk oleh jenis yang ada sekarang dengan jenis lain.
      Alasan :
    Bangsa  bangsa yang terbentuk di kelas Mediteranean mungkin diturunkan oleh sekurang-kurangnya 2 jenis dari 4 jenis yang ada, sedang bangsa yang ada di kelas Asia kemungkinan diturunkan dari nenek moyang jenis ayam yang telah punah.


Karakteristik Peternakan

Karakteristik Peternakan

Karakteristik Peternakan adalah Usaha / Industri yang dikendalikan oleh manusia dimana mencakup 4 komponen yaitu : Manusia sebagai subyek, Ternak sebagai obyek, lahan/tanah sebagai basis ekologi dan teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Karakteristik Usaha dinamis, dimana usaha peternakan harus dikaji dengan analisis dinamis dengan referensi waktu dan penuh dengan ketidakpastian.
Karakteristik Produk peternakan adalah karakteristik hasil utama maupun sampingan usaha peternakan. Yaitu Fragile (mudah pecah secara fisik), Perishable (mudah rusak secara kimiawi dan biologi), Quality variation ( Tingkat Variasi yang tinggi dalam kualitas produk) serta Bulky ( Nilai ekonomis hasil samping berlawanan dengan hasil utama).
Karakteristik Produksi Peternakan adalah faktor-faktor produksi usaha peternakan yang jumlahnya relatif banyak serta dominasi pengaruh lingkungan yang besar.
Karakateristik sistim Usaha Peternakan terdiri dari Sistem Intensif (Modal dan teknologi tinggi/banyak dengan tenaga kerja rendah/sedikit) serta sistem Ekstensif (Modal dan teknologi rendah/sedikit dengan tenaga kerja tinggi/banyak).
Karakteristik tipe ternak berdasarkan penggunaan pakan yaitu Ternak Non Ruminansia (Berperut tunggal) dan Ternak Ruminansia (Berperut ganda).


Kandang Ayam

Kandang Ayam

Kandang adalah Bangunan yang dibuat untuk tempat ternak ayam berlindung dari pengaruh luar dan tempat tinggal dalam memberikan produksi, tumbuh dan berkembang biak dan aktivitas lainnya.
Kandang bagi ayam Ras / Negeri/ Unggul memiliki arti yang sangat penting dalam rangka mencapai tujuan pemeliharaan yang optimal.
Sistem Kandang.
Ditinjau dari bangunan kandang dan cara pemeliharaan, maka dikenal 4 sistem kandang yaitu :
1.    Sistem Alas (Litter system)
Suatu kandang yang lantai menempel pada tanah, dimana alas kandang diberi Litter seperti sekam padi, Jerami padi yang dicacah, Serbuk gergaji, Tongkol jagung yang dicacah, postal dll. Kandang ini biasanya untuk pemeliharaan Intensif.
2.    Sistem Sangkar / Kurungan (Cage system)
Suatu kandang yang lantai tidak menempel pada tanah tetapi berbentuk sangkar atau kurungan. Modifikasi dari jenis ini adalah Kandang Battery. Kandang ini digunakan untuk pemeliharaan intensif bahkan kandang sering dibuat bertingkat.
3.    3.   Sistem Umbaran (Raenge system)
Suatu kandang yang memiliki tempat halaman / umbaran. Pemeliharaan sistem ini biasanya semi intensif, dimana kadang-kadang dikandangkan dan kadang-kadang diumbar.
4.    4.   Sistem Kombinasi (Combination System)
Suatu kandang hasil penggabungan dari sistem kandang yang ada. Bisa dari 2 atau 3 sistem, bahkan bisa memformulasikan ke dalam bentuk modifikasi. Prinsip dasar penggunaan sistem kombinasi adalah untuk mengurangi kelemahan-kelemahan dari sistem yang lain.
Membangun Kandang
Hal hal yang harus dimperhatikan dalam membangun kandang :
1.    Mengetahui syaratnya yaitu Lokasi, Sistem serta Bentuk dan Konstruksinya.
2.    Mengetahui bentuk dan konstruksi bagian bawah, tengah dan atas.
3.    Bagian Bawah bisa litter, batery, panggung. Bagian tengah : Ventilasi, cahaya, angin. Sedangkan bagian atas adalah atap.
4.    Tipe Atap ada beberapa macam yaitu Monitor, semi monitor, gable, shade, zig-zaq dll.
5.    Kelembaban 50 – 60 %  suhu ideal dalam kandang 21-26 oC serta cahaya 14 – 17 jam/hari.
6.    Tidak perlu secara mutlak memperhatikan arah kandang dengan arah datangnya sinar matahari, akan tetapi jangan menentang datangnya angin. Ventilasi dibuat sebanyak mungkin.
7.    Kepadatan kandang disesuaikan dengan umur ternak ayam dimana secara prinsip ayam bisa bergerak bebas tetapi tidak terlalu leluasa untuk berlari. Kepadatan kandang disesuaikan dengan karakteristik dan tipe ayam. Patokan awal 40 ekor/m2 dan akhir 5 – 7 ekorm2 baik untuk pedaging maupun petelur.
8.     Perlengkapan kandang harus terpenuhi untuk kegiatan manejemen pemeliharaan ayam seperti Brooder, Drinking through, Feeding through, dropping pit (kotoran), alat tangkap, alat suntuk dll.
      Makanan
    Ternak ayam tergolong Non Ruminansia, dimana lambungnya adalah lambung tunggal dengan alat pencernaan pendek/sederhana sehingga makanan harus sedikit serat kasar. Fungsi makanan adalah : Maintenance (Hidup Pokok), Produksi dan Reproduksi.
 
      Bentuk Ransum
    Ransum adalah sejumlah makanan yang siap diberikan kepada ayam untuk kebutuhan 24 jam.
    Ransum tersusun dari Bahan-bahan pakan. Ransum bisa berbentuk halus, kasar dan modifikasi dari 2 bentuk menjadi bentuk pellet dan crumble.
    Jenis Makanan.
    Jenis makanan pada dasarnya merupakan bahan-bahan penyusun ransum dan ransum jadi.
    Jenisnya antara lain Konsentrat (30 – 40 % Protein), Makanan fase Starter (20-22% Protein), Grower (18-20% Protein) , Layer/Finisher (16-18 % Protein).


Senin, 13 Januari 2014

Kegunaan Ternak

Kegunaan Ternak

Sebagai Sumber Gizi.
Produksi ternak seperti telur, daging dan susu merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena banyak mengandung protein, mudah dicerna dan lezat. Bahkan air susu merupakan komponen penyempurna dari pemenuhan 4 sehat 5 sempurna.
Sebagai Sumber Tenaga
Keberadaan ternak besar dan kecil dimanfaatkan untuk sumber tenaga menarik alat-alat pertanian dan alat transportasi. Keberadaan sumber tenaga ternak sebagai pembajak sawah masih dipertahankan karena topografi tanah pertanian yang berbukit-bukit sehingga sangat sulit penerapan mekanisasi pertanian modern.
Sebagai Sumber Pupuk
Hasil samping kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang bagi tanaman
Sebagai Sumber Penghasilan.
Dengan memelihara ternak maka dapat merupakan sumber untuk memperoleh uang.
Sebagai Sumber Bahan Industri.
Hasil utama dan samping dari ternak dapat digunakan untuk bahan baku industri. Telur, daging dan susu dapat digunakan dalam berbagai industri makanan. Kulit, Bulu, tulang dan  lainnya dapat digunakan untuk industri kerajinan.
Sebagai Sumber Lapangan Kerja.
Dengan semakin berkembangnya usaha peternakan maka akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak. Industri peternakan adalah industri biologis sehingga campur tangan manusia mutlak diperlukan.
Sebagai Sumber Penghasilan.
Dengan memelihara ternak maka dapat merupakan sumber untuk memperoleh uang.
Sebagai Sumber Bahan Industri.
Hasil utama dan samping dari ternak dapat digunakan untuk bahan baku industri. Telur, daging dan susu dapat digunakan dalam berbagai industri makanan. Kulit, Bulu, tulang dan  lainnya dapat digunakan untuk industri kerajinan.
Sebagai Sumber Lapangan Kerja.
Dengan semakin berkembangnya usaha peternakan maka akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak. Industri peternakan adalah industri biologis sehingga campur tangan manusia mutlak diperlukan.


Istilah Animal Husbandry dan Animal Breeding

Istilah Animal Husbandry dan Animal Breeding

Animal Husbandry adalah Beternak dalam arti luas meliputi komponen memelihara, merawat, mengatur kehidupan, mengatur perkawinan, mengatur kelahiran, penjagaan kesehatan serta mengambil manfaatnya.
Animal Breeding adalah Beternak dalam arti sempit yang hanya menitikberatkan pada usaha mengatur perkembangbiakan seperti mengatur perkawinan, pemilihan bibit, menjaga kemandulan dan kebuntingan serta kelahiran.
Cross Breeding adalah Perkawinan antara hewan/ternak yang berbeda bangsanya (Breed) dimana masing-masing adalah bangsa murni.
Grading Up adalah suatu sistem breeding dimana pejantan murni (biasanya didatangkan dari tempat lain) dikawinkan dengan betina lokal. Sesudah itu keturunannya yang betina dikawinkan pula dengan pejantan murni itu. Hasil-hasil anakan yang jantan terus disingkirkan sampai pada titik tingkat genetik tertentu, sehingga hasil akhir akan diperoleh betina dan pejantan Unggul. Nama yang umum dimasyarakat kalau masih dalam taraf grading up adalah Peranakan.
Close Breeding / Inbreeding adalah Sistem perkawinan antar individu yang masih erat hubungan kekeluargaannya.
Line Breeding adalah In Breeding yang diarahkan pada suatu sifat Individu yang disukai.
Line-crossing adalah persilangan antara lines baik dalam bangsa yang sama ataupun antar bangsa yang berbeda.


Minggu, 12 Januari 2014

Pendahuluan Masalah Peternakan

Pendahuluan Masalah Peternakan

Pada Undang-Undang Pokok kehewanan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967, tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan, pada Bab I Pasal 1, dikemukakan beberapa Istilah diantaranya :

      Ternak adalah Hewan piara yang kehidupannya yakni mengenai tempat, perkembang biakan serta manfaatnya diatur dan diawasi oleh manusia dan dipelihara khusus sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan hidup manusia.
      Peternak adalah orang atau badan hukum dan atau buruh peternakan yang mata pencaharian nya sebagian atau seluruhnya bersumber kepada peternakan.
      Peternakan adalah pengusahaan/pembudidayaan/pemeliharaan ternak dengan segala fasilitas penunjang bagi kehidupan ternak.
      Peternakan murni adalah cara peternakan dimana perkembangbiakan ternak-ternaknya dilakukan dengan jalan pemacekan antara ternak/hewan yang termasuk dalam satu rumpun.
      Perusahaan peternakan adalah usaha peternakan yang dilakukan pada tempat tertentu serta perkembang biakannya dan manfaatnya diatur dan diawasi oleh peternak-peternak.
      Kelas Ternak adalah sekumpulan atau sekelompok bangsa-bangsa ternak yang dibentuk dan dikembangkan mula-mula disuatu daerah tertentu.
      Bangsa Ternak (Breed) adalah Suatu kelompok dari ternak yang memiliki persamaan dalam bentuk morphologis, sifat-sifat fisiologis ddan bentuk anatomis yang karakteristik untuk tiap-tiap bangsa dan sifat-sifat persamaan ini dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.


Penggunaan Sistem dan Aplikasi Komputer di bidang Teknologi Industri Peternakan

Penggunaan komputer untuk Peternakan

Keberadaan konsumen selalu penting bagi produsen, untuk memahami konsumen dan bagaimana cara terbaik untuk pasar mereka dengan kemajuan teknologi yang signifikan selama dua dekade, kini pemasar dihadapkan dengan lebih banyak alternatif dan memahami bagaimana menyusun kebijakan promosi, namun apa yang diharapkan ternyata lebih sulit. Industri peternakan, Di Amerika Serikat ada sekitar 2,1 juta peternakan dengan nilai produksi melebihi $217 miliar dan biaya produksi melebihi $190 miliar. Peternakan memiliki peran yang lebih menonjol. Meskipun sering disebut sebagai peternak, maka produsen peternakan adalah penjual dan sekaligus pembeli, dan penting untuk setiap bisnis yaitu tentang target pasar yang besar untuk memahami bagaimana keputusan pembelian yang dibuat dan apa yang diharapkan dari adanya komunikasi pemasaran. Peternakan merupakan salah satu budaya industri tertua dan selalu berhadapan dengan banyak perubahan.

Perhatian utama bagi produsen peternakan selama sepuluh tahun terakhir di Amerika Serikat telah mengalami penurunan besar terkait harga komoditas karena pengaruh global dan adanya Reformasi Undang-Undang Federal (FAIR), yang pada tahun 1996. FAIR dimaksudkan sebagai kontrol produksi dengan membatasi jenis dan jumlah produk yang dihasilkan. Idenya adalah jika produksi peternakan melimpah akan menurunkan harga, dan pelanggan akan membeli, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan permintaan. Dalam kenyataannya, produk peternakan seperti makanan seringkali terjadi penurunan harga, namun tetap tidak merangsang permintaan. Sementara itu untuk produk peternakan, biaya operasional terus meningkat.

Keadaan ini membawa efek kombinasi, bahkan jumlah produsen peternakan di Amerika Serikat menurun dari 6,8 juta (1935) menjadi 2,1 juta (2004). Industri peternakan sebagai produsen telah dipaksa untuk menyerap lebih banyak tagihan yang belum dibayarkan dengan profitabilitas memburuk. Penurunan profit margin dan meningkatnya jumlah kegagalan ternak dan menyebabkan pesimisme.

Kini strategi efisiensi lebih menjanjikan yaitu peningkatan manfaat teknologi, seiring dengan lebih canggihnya peralatan peternakan, adopsi teknologi peramalan cuaca, global positioning system (GPS), citra satelit dan bioteknologi. Yang menarik dalam kajian ini adalah penggunaan internet dan peranan dalam pemasaran pada industri pertanian.

Ada banyak e-commerce situs web yang khusus dirancang untuk industri peternakan dan banyak lagi sedang dikembangkan pada setiap harinya. Beberapa situs yang lebih popular yang Banyak digunakan  perusahaan besar melakukan investasi besar di ventura internet. Namun, apa manfaat yang diperoleh sehingga mereka sibuk membawa budaya peternakan ke dalam internet? Apa peran yang dapat dimainkan di dalam industri peternakan?

PERANAN INTERNET BAGI BUDAYA INDUSTRI PETERNAKAN

Sumber Informasi

Pertama, Internet adalah sumber informasi praktis yang formal dan informal. Informasi dapat diakses setiap saat setiap hari. Sejumlah situs peternakan, seperti DirectAg.com menyediakan prakiraan cuaca, harga ternak, jasa keuangan dan industri, serta berita umum lainnya. Internet juga berfungsi sebagai sumber informasi informal, membawa produser yang memiliki memiliki minat sama meskipun terpisah secara geografis. Melalui ruang chatting dan email, produsen peternakan dapat membicarakan produktivitas kontrol penyakit atau masalah lainnya dengan para ahli di lapangan. Internet memungkinkan untuk interaksi sosial di antara produsen yang relatif terpencil dari satu sama lain.

Model Data Produktivitas

Sementara internet sebagai sumber informasi umum, situs web yang lebih bersifat interaktif dan memungkinkan produsen untuk input dan menyimpan informasi lapangan. Informasi ini dapat dikombinasikan dengan cuaca dan pasar dalam memanfaatkan data secara canggih untuk menentukan model seperti control penyakit atau strategi manajemen. VantagePoint dan mPower3, adalah dua dari situs web yang dirancang untuk membantu produsen meningkatkan produktivitas ternak.

Pembelian Supplies

Internet adalah sumber yang berharga untuk membeli perlengkapan. Misalnya simpanan hingga 30% dapat dicapai oleh pemotongan harga dari supplier dan distributor untuk produk-produk seperti bibit, pakan, dan perlindungan ternak bahan kimia. Produsen kecil dan independen yang tidak cukup memenuhi syarat volume ke dealer, secara bersama potongan harga pada masing-masing dapat digabungkan untuk membeli kebutuhan dengan produsen lainnya sehingga mendapatkan harga yang lebih baik.

Penjualan Produk

Peternak tradisional dalam menjual produk ke pasar, kadang-kadang harus menempuh perjalanan hingga ratusan kilometer dalam upaya untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Ini sangat mahal dan memakan waktu. Sebaliknya, Internet membuka pasar global sampai ke konsumen, bahkan di daerah terpencil. Produsen memiliki akses harga produk yang lebih baik dan konsumen mendapat harga terjangkau. Selain itu dapat menjaga sapi, kambing, ayam, babi dan ternak lainnya dari infeksi hingga ke tempat pelelangan.

Kamis, 09 Januari 2014

Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007

Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007

Microsoft Office Word 2007 merupakan program aplikasi pengolah kata (word processor)
yang yang biasa digunakan untuk membuat laporan, dokumen berbentuk surat, brosur, table,
dan masih banyak lagi dukumen-dokumen lain yang biasa dibuat dengan menggunakan
Microsoft Office Word.
Microsoft Office Word 2007 merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang
mengalami banyak perubahan dan perbaikan, sehingga lebih fleksibel digunakan di masa kini.
Microsof Office Word juga menyediakan fasilitas penuh terhadap apa yang kita perlukan.
Dengan fasilitasnya yang lengkap lengkap ini telah menghantarkan Microsoft Office Word
2007 sebagai program aplikasi pengolah kata yang mutakhir saat ini.
Berbeda dari versi sebelumnya seperti seperti Word 2000, XP dan 2003, Word 2007 tidak lagi
menyediakan menu bar dengan pull downnya beserta toolbar-toolbar seperti formating, standar
dan drawing, tetapi terdiri dari beberapa tab (lihat gambar 1.2) yang terdiri dari beberapa grup
yang masing-masing grup terdiri dari beberapa perintah singkat/icon.
Bagian 1:
Mengenal Microsoft Office Word 2007
Pada bab ini akan diuraikan tentang perkenalan terhadap Microsoft Office Word 2007 seperti
membuka dan menutup jendela Word 2007, menyimpan dan membuka file, membuat dokumen
baru, mengenal jendela Word 2007 dan mengenal dasar pengetikan yang merupakan langkah
awal yang benar-benar harus dikuasai dalam mempelajari Microsoft Office Word 2007.
1.1 Memulai Aplikasi Microsoft Office Word 2007
Untuk membuka Microsoft Word caranya adalah:
􀂾 Klik Tombol Start yang ada di taskbar.
􀂾 Pilih menu All Program dan muncul sejumlah menu (gambar 1.1 a).
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2008 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas
untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut
penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan
melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
􀂾 Kemudian arahkan pointer ke Microsoft Office dan klik program aplikasi Microsoft Office
Word 2007. Tunggu sampai jendela Microsoft Office Word 2007 ditampilkan.
(a) (b)
Gambar 1.1
Kita juga bisa membuka aplikasi Microsoft Office Word 2007 menggunakan shorchut di
desktop dengan cara mengklik dua kali tombol mouse pada Microsoft Office Word 2007.
Adapun untuk membuat shorchut tersebut adalah:
􀂾 Klik Tombol Start yang ada di taskbar lalu pilih All Program
􀂾 Sorot Microsoft Office dan klik kanan pada Icon Microsoft Office Word 2007.
􀂾 Ketika muncul sejumlah menu (gambar 1.1 b), klik Send To dilanjutkan dengan mengklik
Desktop (create shorchut).
1.2 Tampilan Jendela Microsoft Office Word 2007
Berikut adalah tampilan jendela Microsoft Office Word 2007:
Tombol Microsof Office
Toolbar Quick Access Title Bar Tombol Close
Ribbon
Margin atas
Ruler
Margin Kiri Margin Kanan
Scroll bars
Status Bar Tombol View Zoom
Gambar 1.2
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
Keterangan gambar 1.2:
􀂾 Tombol Microsoft Office, hampir sama dengan menu file pada Microsoft Word versi
sebelumnya (2000, XP, dan 2003). Berisi menu new, open, save, print, dan sebagainya.
􀂾 Toolbar Quick Access, yang secara default toolbar ini menyediakan tombol Save, Undo,
dan Repeat. Namun dapat ditambah dengan mengklik gambar panah (drop down) di ujung
kanan toolbar ini dan tandai yang belum ditampilkan atau klik More
Commands. Contohnya toolbar pada gambar 1.2.
􀂾 Title bar, yang terletak paling atas pada jendela word. Title bar ini menampilkan nama
dokumen yang sedang kita buka. Untuk dokumen yang belum disimpan/diberi nama maka
Microsoft Word akan menampilkan file tersebut dengan nama Document 1, 2, 3 dan
seterusnya.
􀂾 Tombol Close, Tombol tersebut berfungsi menutup aplikasi Microsoft Word.
􀂾 Ribbon, Berisi beberapa tab yang berisi beberapa group icon.
􀂾 Scroll bars, Berfungsi untuk menggeser layar kerja. Jika ingin menggeser layar kerja ke
kiri atau ke kanan gunakan horizontal scroll bar, atau menggeser layar kerja ke atas dan ke
bawah gunakan vertical scroll bar.
􀂾 Ruler, Bagian ini berfungsi sebagai alat bantu dalam penentuan margin (batas) dari lembar
kerja, garis, tabulasi dan lain-lain.
􀂾 Status bar, memberikan informasi tentang letak insertion point, halaman, section, jumlah
halaman, dan bahasa yang digunakan.
􀂾 Tombol View. Tombol ini berfungsi untuk merubah tampilan dokumen seperti print layout,
fullscreen layout, web layout, out line dan draft.
􀂾 Kontrol Zoom. Digunakan untuk menentukan ukuran tampilan lembar kerja di layar pada
jendela word.
1.3 Membuat Dokumen Baru
Jika kita baru memulai mengoperasikan Microsoft Word, biasanya akan langsung ditampilkan
dokumen kosong yang siap untuk ditulisi. Namun, jika komputer tidak secara otomatis
menyediakan dokumen kosong, cara berikut ini bisa menjadi alternatif dalam membuat
dokumen baru.
􀂾 Klik tombol Microsoft Office , lalu klik New .
􀂾 Maka keluar kotak dialog New (gambar 1.3).
Gambar 1.3
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
􀂾 Pada kotak dialog new documen, di bawah menu Templates, terdapat beberapa pilihan
seperti:
• Blank document, untuk dokumen yang kosong.
• Installed template untuk membuat dokumen dari bebera template yang disertakan
dalam paket Microsoft Word.
• My Template untuk dokumen dari template buatan.
• New from existing untuk membuat dokumen dari bebera template yang terdapat pada
file yang telah disimpan.
• Jika komputer yang sedang digunakan terhubung ke internet, kita juga dapat
menggunakan template yang disediakan pada Microsoft Office Online.
􀂾 Jika sudah dipilih, klik Create.
Atau bisa juga menggunakan cara alternatif:
􀂾 Klik tombol New Document ( ) yang ada pada toolbar quick access (jika sudah dibuat).
􀂾 Apabila pada toolbar Quick Acces belum terdapat icon file, klik gambar panah di ujung
toolbar lalu klik (tandai) pada kata new.
􀂾 Selain kedua alternatif di atas, bisa juga dengan langsung menekan tombol CTRL+N di
keyboard, maka dokumen baru akan ditampilkan di layar.
1.4 Mengenal Dasar Pengetikan
Ada dua istilah dalam pengetikan taitu Insertion point dan kursor, perbedaanya terletak
bentuknya. Kalau insertion point berupa garis tegak (I) yang berkedip-kedip terdapat pada
aplikasi windows sedangkan kursor adalah garis rebah (-) yang berkedip-kedip yang terdapat
pada aplikasi DOS. Insertion point berfungsi sebagai penunjuk lokasi tempat memulai
pengetikan atau menandai teks. Agar kita bergerak dengan cepat dalam suatu dokumen yang
besar, maka kita harus tahu apa saja perintah untuk menggeser insertion poin ini.
Tombol Fungsi
Backspace Menghapus satu karakter yang ada di sebelah kiri insertion point
Delete Menghapus satu karakter yang ada di sebelah kanan insertion point
Enter Membuat paragraf baru
􀃅 􀃆 Berpindah ke kanan atau ke kiri satu karakter tanpa menghapus karakter
􀃇 􀃈 Berpindah ke atas atau ke bawah satu baris tanpa menghapus karakter
Ctrl + 􀃅/􀃆 Berpindah ke kanan atau ke kiri satu kata
Ctrl + 􀃇/􀃈 Berpindah ke atas atau ke bawah satu paragraph
Home Berpindah ke awal baris
End Berpindah ke akhir baris
Ctrl + Home Berpindah ke awal dokumen
Ctrl + End Berpindah ke akhir dokumen
Page Up Berpindah ke atas satu layar
Page Down Berpindah ke bawah satu layar
Ctrl + Page Up Berpindah ke atas satu halaman
Ctrl + Page Down Berpindah ke bawah satu halaman
1.5 Menyimpan Dokumen
Untuk pertama kalinya menyimpan dokumen yang baru saja kita buat ke bentuk file dokumen
pada sistem Microsoft Office Word 2007 adalah:
􀂾 Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Save As. (atau tekan CTRL+S
untuk perintah di key board atau juga icon untuk di toolbar quick access).
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
􀂾 Ketiganya akan menampilkan kotak dialog Save As (lihat Gambar 1.4).
Gambar 1.4
􀂾 Pada pilihan Save in tentukan folder atau drive yang akan dijadikan tempat penyimpanan.
􀂾 Ketikkan nama file dokumen pada kotak File name, lalu klik Save.
Catatan:
􀂾 Untuk membuat folder baru klik
􀂾 Untuk menentukan tampilan deretan file dokumen
􀂾 Untuk kembali pada folder yang telah dibuka, klik
􀂾 Untuk naik satu level ke folder diatasnya, klik
1.6 Menyimpan Setelah Melakukan Perubahan
Untuk menyimpan dokumen yang baru saja di rubah di file asalnya (file itu juga), caranya
tinggal Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Save (atau tekan CTRL + S di
key board).
1.7 Menyimpan Dokumen Dengan Nama Lain
Untuk menyimpan dokumen yang sudah di simpan pada sistem Microsoft Office 2007, dan
ingin disimpan dengan nama lain (tidak disatukan dengan dokumen asli), maka:
􀂾 Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Save as . (atau tekan F12 di key
board).
􀂾 Keduanya akan menampilkan kotak dialog Save As (Gambar 1.4). Ketikkan nama file
dokumen baru (tidak boleh sama dengan nama sebelumnya) pada kotak file name, lalu
klik Save.
1.8 Menyimpan Dokumen Ke Format Lain.
Secara default, Microsof Word 2007 memiliki ektensi (akhiran) docx. Untuk menyimpan
dokumen yang baru saja kita buat pada sistem Microsoft Office 2007 ke format lain caranya:
􀂾 Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Save as. (atau tekan F12 di key board). Maka
muncul kotak dialiog Save As (Gambar 1.4).
􀂾 Pada pilihan save in tentukan folder atau drive yang akan dijadikan tempat penyimpanan.
􀂾 Pada kotak File name, masukan nama baru (jika namanya ingin dirubah).
􀂾 Pada pilihan Save as type, klik format file dokumen yang diinginkan.
􀂾 Klik Save.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
1.9 Membuka Dokumen
Untuk membuka file dokumen yang telah kita simpan langkah-langkahnya:
􀂾 Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Open. (tekan CTRL+O di key
board).
􀂾 Keduanya akan menampilkan kotak dialog open (lihat Gambar 1.5).
Gambar 1.5
􀂾 Pada pilihan Look in tentukan folder atau drive yang dijadikan tempat penyimpanan.
􀂾 Pada pilihan File of type, klik format file dokumen yang dimaksud.
􀂾 Pada Deretan file atau folder yang ada, klik file yang akan dibuka. Jika file terdapat pada
folder, maka folder tersebut harus dibuka dengan cara double klik pada folder tersebut.
􀂾 Klik Open.
1.10 Menutup Dokumen Pada Microsoft Office Word 2007
Untuk menutup dokumen pada Microsoft Office Word 2007 langkah-langkahnya sebagai
berikut:
􀂾 Klik tombol Microsoft Office
􀂾 Klik close yang berada paling bawah deretan menu atau tekan (CTRL + W di
key board).
Catatan:
Apabila muncul pertanyaan seperti pada Gambar 1.6, itu tandanya bahwa dokumen yang kita
kerjakan belum disimpan baik dokumen baru maupun dokumen lama yang telah dirubah.
Terdapat tiga tombol yaitu:
􀂾 Yes untuk menyimpan dokumen/file ke file dokumen baru (jika belum disimpan
sebelumnya) atau ke dokumen lama (jika sudah disimpan sebelumnya). Jika yang dibuka
file dokumen lama, maka segala macam bentuk perubahan akan disimpan pada file
dokumen tersebut.
􀂾 No untuk keluar dan abaikan penyimpanan
􀂾 Cancel untuk membatalkan perintah keluar.
Gambar 1.6
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
1.11 Mengakhiri Microsoft Office Word 2007
Untuk mengakhiri Microsoft Office Word 2007 langkah-langkahnya sebagai berikut:
􀂾 Klik tombol Microsoft Office .
􀂾 Klik Exit Word yang berada di sudut kanan bawah deretan menu atau tekan
saja ALT + F4 di key board.
􀂾 Atau dapat juga dengan menekan tombol close di sudut kanan atas .
Bagian II
Melakukan Pengeditan Teks
2.1 Menandai teks
Menandai teks bisa diistilahkan dengan menyorot teks, memilih teks atau juga memblok teks.
Cara memilih teks, bisa menggunakan mouse, keyboard atau gabungan keduanya.
a) Menggunakan Keyboard, tombol yang digunakan adalah:
Tombol Fungsi
Shift + 􀃆/􀃅 Menandai satu karakter ke sebelah kanan atau kiri insertion point
Shift + 􀃇/􀃈 Menandai satu baris ke atas/bawah
Ctrl+Shift+􀃆/􀃅 Menandai satu kata disebelah kanan/kiri insertion point
Ctrl+Shift+ 􀃇/􀃈 Menandai sampai ke-awal/akhir paragraph
Shift+End Menandai sampai ke akhir baris
Shift+Home Menandai sampai ke awal baris
Shift+Page Up Menandai sampai satu layar ka-atas
Shift+Page Down Menandai sampai satu layar ke-bawah
Ctrl+Shift+Home Menandai sampai ke awal dokumen
Ctrl+Shift+End Menandai sampai ke akhir dokumen
Ctrl+A Menandai seluruh teks yang ada pada dokumen

b) Menggunakan Mouse
Tombol Fungsi, untuk memilih
Klik tahan (drag) teks yang diinginkan Sembarang teks
Klik ganda pada kata Satu kata
Klik pada selection bar Satu baris
Drag pada selection bars Beberapa baris
Klik ganda pada selection bar atau klik 3X pada bagian
paragraph
Satu paragraph
c) Menggunakan mouse dan keyboard
Tombol Fungsi, untuk memilih
Tekan CTRL lalu klik kalimat yang diinginkan Satu kalimat
Tekan ALT lalu drag mouse ke posisi yang dinginkan Berbentuk kolom
Catatan:
Selection bar adalah bagian yang terletak di sebelah kiri margin kiri. Untuk membatalkan
penandaan suatu teks, kliklah disembarang tempat.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
2.2 Memindahkan Teks
Untuk memindahkan teks ke lokasi baru pada dokumen yang sedang di kerjakan, langkahlangkahnya:
􀂾 Pilihlah teks yang akan dipindahkan
􀂾 Klik home, pada grup Clipboard, klik icon cut (atau CTRL + X di keyboard) bisa juga
dengan klik kanan pada teks yang terpilih lalu klik cut.
􀂾 Tentukan lokasi baru tempat menyimpan teks yang kita ambil tadi.
􀂾 Masih di tab home, klik icon paste (atau CTRL + V di keyboard) bisa juga dengan klik
kanan pada tempat baru lalu klik paste.
2.3 Menyalin Teks
Untuk menyalik teks ke lokasi baru pada dokumen yang sedang di kerjakan, langkahlangkahnya:
􀂾 Pilihlah teks yang akan dipindahkan
􀂾 Klik tab home lalu klik icon copy (atau CTRL + C di keyboard) bisa juga dengan klik
kanan pada teks yang terpilih lalu klik copy.
􀂾 Tentukan lokasi baru tempat menyimpan teks yang kita ambil tadi.
􀂾 Masih di tab home, klik icon paste paste (atau CTRL + V di keyboard) bisa juga
dengan klik kanan pada tempat baru lalu klik paste.
2.4 Undo dan Repeat/Redo
Undo adalah untuk membatalkan perintah yang baru saja diberikan pada Microsoft Word.
Caranya dengan menekan icon undo pada quick access toolbar atau dengan menekan
CTRL + Z di keyboard.
Repeat adalah untuk mengulang perintah yang baru saja diberikan pada Microsoft Word.
Caranya dengan menekan icon repeat pada quick access toolbar atau dengan menekan
CTRL + Y di keyboard.
Ketika menekan icon undo, maka tombol repeat berubah menjadi tombol redo
begitupun fungsinya yaitu untuk membatalkan perintah undo.
2.5 Menemukan Kata Pada Dokumen Yang Tersebar
Untuk menemukan sebuah kata pada dokumen yang tidak terlalu banyak/terdiri dari beberapa
halaman, memang mudak tapi coba bayangkan apabila harus menemukan satu kata pada
dokumen yang terdiri puluhan bahkan ratusan halaman, alangkah repotnya dan akan menyita
banyak waktu. Oleh karena itu, gunakanlah fasilitas find yang ada di Word 2007 dengan cara:
􀂾 Klik tab home lalu cari grup editing dan klik Find (perhatikan gambat 2.1 a) maka muncul
kotak dialog Find and Replace. (lihat gambar 2.1 b)
(a) (b)
Gambar 2.1
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
􀂾 Pada kotak pilihan Find what, tulislah teks yang yang akan dicari.
􀂾 Lalu klik Find Next untuk mencari per kata. Atau klik Find in dan lanjutkan dengan
mengklik Main Document untuk mencari seluruh kata.
2.6 Mengganti Kata Pada Dokumen
Untuk mengganti beberapa kata yang sama pada dokumen yang terdiri dari banyak halaman
alangkah tidak efisien apabila harus ditemukan dahulu dan digantinya satu persatu dan di ketik
secara manual. Dan kemungkinan besar ada kata yang terlewat tidak terganti. Misalnya pada
sebuah dokumen terdiri dari 50 halaman kita akan mengganti semua kata Sandal dengan kata
Sepatu. Dengan menghapus dan menggantinya satu persatu maka kita akan kehabisan waktu
karean harus membaca dokumen per baris dan juga besar kemungkina kata tersebut terlewat.
Maka untuk menanggulanginya, ikuti langkah berikut:
􀂾 Klik tab home lalu cari grup editing dan klik replace (perhatikan gambar 2.2 a) maka
muncul kotak dialog Find and Replace (lihat gambar 2.2 b).
(a) (b)
Gambar 2.2
􀂾 Pada kotak pilihan Find what tulislah teks yang akan diganti.
􀂾 Pada kotak pilihan Replace with, tulislah kata yang baru.
􀂾 Klik replace untuk mengganti satu persatu atau klik replace all untuk mengganti kata yang
dimaksud.
2.7 Menghapus teks
Untuk menghapus teks,
􀂾 Pilih teks yang akan dihapus
􀂾 Tekan delete di keyboard.
Bagian III
Pengaturan Dokumen
3.1 Menentukan Jenis, Ukuran dan Style Huruf
Untuk memperindah tampilan dokumen, kita dapat mengganti jenis huruf, ukuran huruf, styles
huruf maupun warna huruf.
Menentukan jenis, ukuran, style huruf dan sebagainya ada dua cara yaitu:
a) Menggunakan Perintah Singkat (Icon)
Dengan metode ini kita dapat melakukan pengaturan terhadap jenis, ukuran, style huruf
dan sebagainya dengan menggunakan perintah singkat/icon. Caranya:
􀂾 Tandai terlebih dahulu teks yang ingin kita rubah atau dapat dilakukan sebelum
memulai mengetik.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
􀂾 Untuk merubah jenis huruf, klik item font (pada gambar panah)
yang terdapat pada tab home dan grup Font, sehingga muncul daftar huruf dengan
preview bentuknya. Lalu Kliklah pada huruf yang akan dipilih.
􀂾 Untuk merubah ukuran huruf, kliklah item font size yang disebelah item font
lalu kliklah ukuran huruf yang diinginkan.
􀂾 Untuk membuat huruf cetak tebal, klik icon bold yang berada di bawah item font
Click Bold . Atau bisa juga dengan menekan CTRL+B di keyboard.
􀂾 Untuk membuat huruf miring, klik icon italic disebelah kanan icon bold.
􀂾 Untuk menggaris bawahi huruf klik icon underline disebelah kanan icon italic.
􀂾 Untuk membuat huruf naik misalnya perpangkatan (m2), klik icon .
􀂾 Untuk membuat huruf naik misalnya pada rumus kimia (O2), klik icon .
􀂾 Untuk merubah warna huruf klik icon .
􀂾 Untuk merubah bentuk misalnya dari hurup kapital ke huruf biasa, dan sebagainya
klik icon lalu pilihlah bentuk yang diinginkan.
b) Kotak dialog fonts.
Dengan metode ini kita dapat melakukan pengaturan terhadap jenis, ukuran, style huruf
dan sebagainya dengan menggunakan kotak dialog font. Caranya:
􀂾 Pertama–tama tandai teks yang akan dirubah atau bisa dilakukan sebelum mengetik.
􀂾 Pada tab home, klik perintah untuk menampilkan kotak dialog font pada grup Font
(gambar 3.1) atau tekan CTRL + D di keyboard.
Gambar 3.1
􀂾 Maka keluar kotak dialog Font (gambar 3.2)
Gambar 3.2
Keterangan:
􀂾 Font, digunakan untuk memilih jenis huruf yang telah ditandai.
􀂾 Font Style, digunakan untuk pengatur model huruf, apakah cetak tebal (bold), miring
(italic), gabungan tebal dengan miring atau reguler (standar)
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
􀂾 Size, digunakan untuk menentukan ukuran huruf yang telah ditandai.
􀂾 Font Color, digunakan untuk menentukan warna huruf yang ditandai.
􀂾 Underline Style, digunakan untuk menentukan jenis garis bawah. Untuk memilih jenis
garis bawah, klik-lah tab ini lalu pilih dan klik jenis garis bawah yang diinginkan.
􀂾 Underline Color, digunakan untuk menentukan warna garis bawah yang ditandai.
􀂾 Effects, digunakan jika kita ingin memberikan efek khusus terhadap teks. Terdapat
beberapa pilihan sebagai berikut:
• Strikethrough, memberikan tulisan dengan diberi garis ditengah teks tersebut. Contoh
“Efek Strikethrough”
• Double Strikethrough, sama dengan efek diatas bedanya pada jenis ini garisnya dua.
Contoh “Efek Double Strikethrough”.
• Superscript, akan memberikan efek, teks akan naik ½ tinggi huruf. Biasanya digunakan
untuk membuat perpangkatan, seperti “m2”.
• Subscript, akan memberikan efek, teks akan turun ½ tinggi huruf. Biasanya digunakan
dalam penulisan kata-kata ilmiah, seperti “CO2”.
• Shadow, digunakan untuk memberikan efek bayangan terhadap teks yang dipilih.
Contoh “Efek dari Shadow”
• Outline, efek dari option ini adalah teks yang dipilih akan ditampilkan hanya
kerangkanya saja. Contoh “ ”
• Emboss, akan memberikan efek teks tampak seperti menonjol dari yang lain. Contoh
“EEEfffeeekkk EEEmbbbooossssss”
• Engrave, kebalikan dari emboss, jenis ini memberikan efek seperti efek ukiran. Contoh
“EEEfffeeekkk EEEnnngggrrraaavvveee”
• Small Caps, memberikan efek huruf dicetak secara kapital tapi ukurannya berbeda
dengan huruf yang awalnya ditulis besar dengan yang ditulis kecil. Contoh tulisan
“Efek Small Caps” diberi efek small caps menjadi “EFEK SMALL CAPS”
• All Caps,akan memberikan efek semua tulisan yang mulanya kita ketik dengan huruf
besar dan kecil akan dirubah menjadi huruf besar semua. Contoh tulisan “efek all caps”
diberi efek all caps berubah menjadi “EFEK ALL CAPS”
• Hidden, efek dari pilihan ini akan mengakibatkan teks yang pilih tidak tampak dilayar.
3.2 Menentukan Spasi Antar Baris
Apabila diperlukan, Kita dapat mengatur jarak spasi dari baris agar masing-masing baris
mempunyai jarak yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatur jarak spasi baris,
ikuti langkah berikut :
􀂾 Pilih paragraf yang akan dirubah.
􀂾 Klik home, pada grup paragraph, klik Icon Line Spacing .
􀂾 Klik format paragraf yang diinginkan.
Catatan:
Untuk memunculkan pilihan lain tentang spasi baris, klik Line Spacing Option yang muncul
ketika mengklik icon Line Spacing .
3.3 Menentukan Spasi Sebelum atau Sesudah Paragrap
Untuk merubah spasi/jarak antara sebelum atau sesudah paragrap, ikuti langkah berikut:
􀂾 Pilih paragraf yang akan dirubah.
􀂾 Klik Page Layout, pada grup Paragraph, klik tanda panah Spacing Before atau Spacing
After dan masukkan nilai yang diinginkan.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
Gambar 3.3
3.4 Menentukan Perataan Paragraf
Untuk menentukan perataan paragrap, langkah-langkahnya:
􀂾 Pilih paragraf yang akan dirubah.
􀂾 Klik home, pada grup paragraph, klik perataan yang diingikan misalnya:
􀂃 Align Text Left untuk membuat teks rata di kiri saja.
􀂃 Align Center untuk membuat teks rata di tengah.
􀂃 Align Text Right untuk membuat teks rata di kanan saja.
􀂃 Align Justify untuk membuat teks rata di kiri dan kanan.
3.5 Mengatur Indentasi
Untuk mengatur indentasi pada paragraf, setelah paragraph dipilih lalu bisa dengan menggeser
indent pada ruler atas. Lihat gambar 3.4.
First Line Indent Hanging Indent Left Indent Right Indent
Gambar 3.4
Keterangan:
􀂾 Firt Line Indent berfungsi untuk menentukan garis pertama pada paragrap.
􀂾 Hanging Indent berfungsi untuk membuat indentasi gantung, yang diindentasi adalah baris
lain selain baris pertama.
􀂾 Left Indent berfungsi untuk untuk menentukan letak indentasi dari margin kiri.
􀂾 Right Indent berfungsi untuk untuk menentukan letak indentasi dari margin kanan.
Apabila ruler belum muncul pada lembar kerja kita, maka klik tab view lalu centang kotak
Ruler pada grup Show/Hide.
Cara lain untuk mengatur indentasi adalah dengan mengklik perintah untuk memunculkan
kotak dialog Paragraph pada tab home dan grup paragraph (lihat gambar 3.5 a).
(a) (b)
Gambar 3.5
Keterangan:
Pada kotak dialog paragraph di bagian Indentation (gambar 3.5 b) atur indentasi yang kita
inginkan. Meliputi:
􀂾 Kotak isian Before Text, untuk menentukan jarak indentasi dari margin kiri.
􀂾 Kotak isian After Text, untuk menentukan jarak indentasi dari margin kanan.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
􀂾 Kotak daftar pilihan Special, untuk menentukan indentasi khusus dengan jarak sesuai
dengan keinginan kita. Seperti:
􀂃 (none), jika tidak ada indentasi khusus.
􀂃 First line, jika indentasi kiri hanya untuk baris pertama saja.
􀂃 Hanging, jika ingin membuat indentasi gantung, yang diindentasi adalah baris lain
selain baris pertama.
􀂃 Isikan jarak yang diinginkan pada pilihan By:.
3.6 Menyalin Format Suatu Paragrap Ke Paragrap Baru
Misalkan sebuah paragrap dengan jenis huruf Arial ukuran 16 di bold, align center spasi 1,5
akan dicopy pengaturan tersebut ke paragrap lain atau paragrap baru tanpa menyalin teksnya,
maka:
􀂾 Letakkan insertion point pada paragraf tersebut (yang akan dicopy formatnya).
􀂾 Klik perintah Format Painter pada tab home di group clipboard maka pointer mouse
berbentuk seperti sapu.
􀂾 Lalu klikkan pada paragrap baru (yang akan disamakan formatnya).
􀂾 Atau bisa dengan tekan CTRL + SHIFT + C di keyboard lalu sorot paragrap yang baru
(paragrap yang ada atau yang baru setelah menekan tombol enter). Kemudian tekan CTRL
+ SHIFT + V.
3.7 Menyisipkan Simbol/Karakter Spesial
Dalam mengetik naskah, terkadang kita harus membuat simbol atau karakter khusus seperti
􀀉, 􀀋, 􀀌, 􀀍 pada sebuah lembar kerja yang sedang dikerjakan. Namun tidak peru bingung,
ikuti langkah berikut:
􀂾 Letakan insertion point ditempat simbol yang akan disisipkan.
􀂾 Pada Insert dan di grup Symbols, klik Symbol .
􀂾 Klik jenis karakter yang diinginkan. Jika tidak ada dalam pilihan, maka klik More Symbol
maka keluar kotak dialog Symbol (Gambar 3.6).
Gambar 3.6
􀂾 Pada kotak pilihan Font klik pada nama simbol yang diingikan lalu klik jenis karakternya
kemudian klik Insert.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
3.8 Membuat Bullet
Bullet adalah gambar-gambar kecil yang berfungsi untuk mempercantik tampilan dari suatu
rincian atau urutan tertentu yang otomatis dilakukan oleh komputer. Langkah-langkah
membuat Bullet:
􀂾 Pilihlah paragrap yang akan diberikan bullet.
􀂾 Klik tab Home, pada grup Paragraph, klik tanda panah Bullets .
􀂾 Klik gambar bullet yang diingikan. Namun apabila gambar tersebut tidak ada dalam
pilihan, maka klik Define New Bullet, kemudian klik Symbol atau Picture.
(a) (b)
Gambar 3.7
􀂾 Maka keluar kotak dialog symbol (gambar 3.7 a) atau kotak Picture bullet (gambar 2.7 b).
􀂾 Klik salah satu symbol atau gambar yang dinginkan, lalu klik OK lalu klik OK kembali.
3.9 Membuat Penomoran Otomatis
Untuk membuat penomoran otomatis pada suatu rincian, caranya:
􀂾 Pilihlah paragrap yang akan diberikan penomoran.
􀂾 Klik tab Home, pada grup Paragraph, klik tanda panah Numbering .
􀂾 Klik jenis penomoran yang diingikan. Namun apabila penomoran tersebut tidak ada dalam
pilihan, maka klik Define New Number Format, maka muncul kotak dialog berikut:
Gambar 3.8
􀂾 Pilihan number style, adalah untuk menentukan jenis penomoran yang ingin digunakan
􀂾 Pada pilihan font, adalah untuk menetukan format penomoran.
􀂾 Pada pilihan alignment adalah untuk menentukan perataan penomoran, bukan perataan
paragrap.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
3.10 Membuat Bingkai dan Warna Belakang Pada Paragraf
Untul lebih memperindah lembar kerja/dokumen kita, terkadang harus menambahkan bingkai
dan warna belakang paragrap dengan cara:
􀂾 Tandai teks yang akan diberi bingkai
􀂾 Klik menu Page Layout lalu klik Page border pada grup Page Background
yang akan menampilkan kotak dialog border and shading (gambar 3.9 a).
Gambar 3.9
􀂾 Untuk memberi bingkai klik tab Borders (gambar 3.9) lalu tentukan:
􀂃 Pada kotak pilihan style, pilihlah jenis garis yang ingin digunakan.
􀂃 Pada kotak pilihan Color, pilihlah warna garis yang diingikan.
􀂃 Pada kotak pilihan Width, pilihlah lebar garis yang diingikan.
􀂃 Pada kotak pilihan Apply to:, tentukan kemana penerapan yang akan digunakan
misalnya teks atau paragrap.
􀂃 Pastikan pada setting yang terpilih bukan pilihan none (bisa Box, Shadow, dll) lihatlah
hasilnya pada preview.
Gamnbar 3.10
􀂾 Untuk memberi warna belakang paragrap, masih di kotak dialog Border And Shading, klik
tab Shading (gambar 3.10) lalu tentukan:
􀂃 Tentukan warna yang ingin digunakan pada kotak pilihan fill atau patterns.
􀂃 Pada kotak pilihan Apply to:, tentukan kemana penerapan yang akan digunakan
misalnya teks atau paragrap.
􀂃 Lihat hasilnya pada preview.
􀂾 Apabila sudah ditentukan Klik OK dengan catatan kita bisa melalukan pengaturan pada
border saja atau shading saja maupun kedua-duanya.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
Bagian IV
Melakukan Pengaturan Pada Halaman
4.1 Membuat Bingkai Pada Halaman
Untuk mempercantik dokumen, kita bisa menambahkan bingkai pada halaman dengan cara:
􀂾 Tandai teks yang akan diberi bingkai
􀂾 Klik menu Page Layout lalu klik Page border pada grup Page Background
yang akan menampilkan kotak dialog border and shading (gambar 3.9 a Bab 3).
􀂾 Klik tab Page Borders (gambar 4.1):
Gambar 4.1
􀂾 Lakukan Pengaturan pada:
􀂃 Kotak pilihan style, adalah untuk memilih jenis garis yang ingin digunakan.
􀂃 Kotak pilihan Color, adalah untuk memilih warna bingkai yang diingikan.
􀂃 Kotak pilihan Width, adalah untuk memilih lebar bingkai yang diingikan.
􀂃 Kotak pilihan Art, adalah untuk memilih jenis bingkai lain apabila tidak ingin
menggunakan garis.
􀂃 Pada kotak pilihan Apply to:, tentukan kemana penerapan yang akan digunakan
misalnya teks atau paragrap.
􀂃 Pastikan pada setting yang terpilih bukan pilihan none (bisa Box, Shadow, dll) lihatlah
hasilnya pada preview.
􀂾 Klik OK
4.2 Ukuran, Orientasi dan Batas Pinggir Kertas
a) Untuk menentukan ukuran kertas dan batas pinggir kertas (margin), langkah-langkahnya:
􀂾 Klik tab Page Layout.
􀂾 Klik perintah size di grup Page Setup .
􀂾 Apabila tidak ditemukan ukuran yang diinginkan klik more paper size yang akan
memunculkan kotak dialog Page Setup (gambar 4.2 a). Lalu tentukan:
􀂃 Lebar kertas pada kotak pilihan Width
􀂃 Tinggi kertas pada pilihan Height.
􀂾 Pada pilihan Apply to: tentukan penerapan yanga akan digunakan apakah seluruh
dokumen atau dari halaman aktif sampai akhir.
􀂾 Lalu klik OK.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
b) Untuk menentukan Orientasi kertas langkah-langkahnya:
􀂾 Masih di tab Page Layout dan grup Page Setup, klik perintah Orientation
.
􀂾 Lalu klik di salah satu pilihan orientasi meliputi potrait untuk orientasi
tegak dan landscape untuk orientasi mendatar.
c) Untuk menentukan batas pinggir kertas (margin), langkah-langkahnya:
􀂾 Masih di tab Page Layout dan grup Page Setup, klik perintah Margin lalu klik
ukuran margin yang dikehendaki.
􀂾 Apabila tidak ditemukan ukuran yang diinginkan klik custom margin yang akan
memunculkan kotak dialog Page Setup (gambar 4.2 a). Lalu tentukan:
􀂃 Pada kotak pilihan Top tentukan lebar margin atas.
􀂃 Pada kotak pilihan Bottom tentukan lebar margin bawah.
􀂃 Pada kotak pilihan Left tentukan lebar margin kiri.
􀂃 Pada kotak pilihan Right tentukan lebar margin kanan.
􀂃 Pada kotak pilihan Gutter tentukan lebar penjilidan dan pada kotak pilihan Gutter
position tentukan letak penjilidan apakah dikiti, diatas atau di kanan (apabila
menggunakan penjilidan). Perintah ini diabaikan saja apabila tidak ingin
menggunakan penjilidan.
􀂃 Pada pilihan Apply to: tentukan penerapan yanga akan digunakan apakah seluruh
dokumen atau dari halaman aktif sampai akhir.
􀂾 Lalu klik OK
(a) (b)
Gambar 4.2
Catatan:
Kita juga bisa langsung mengatur ketiga-tiganya (Ukuran, Orientasi dan Batas Pinggir Kertas)
secara langsung menampilkan kotak dialog page setup dengan cara:
􀂾 Klik perintah untuk memunculkan kotak dialog Page Setup di sudut kanan bawah grup
page setup. (gambar 4.3) maka muncul kotak dialog page Setup dan yang aktif margin
(gambar 4.2 b).
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
Gambar 4.3
􀂾 Pada tab margin, lakukan pengaturan terhadap margin dan orientasi.
􀂾 Pada tab paper size, lakukan pengaturan pada ukuran kertas
􀂾 Klik OK.
4.3 Header dan Footer
Header (catatan kepala) adalah teks yang khusus diletakkan dibagian atas halaman yang akan
selalu tampil pada setiap halaman. Sedangkan Footer (catatan kaki) kebalikan dari header.
Header dan footer ini sering dibuat untuk memberikan keterangan dari naskah yang diketik.
􀂾 Klik Tab insert.
􀂾 Klik perintah Header atau Footer pada Grup Header & Footer (Gambar 4.4 a) lalu pilih
format yang diinginkan sehingga insertion point otomatis berada pada bagian atas (untuk
header) atau bawah (untuk footer) dokumen dan muncul tab design pada Ribbon.
􀂾 Ketikkan teks yang untuk header/footer sesuai dengan keinginan kita.
(a) (b) (c) (d)
Gambar 4.4
􀂾 Untuk pindah ke footer (ketika membuat header) klik perintah go to footer (Gambar 4.4 c).
Lalu Ketikkan teks untuk footer
􀂾 Untuk pindah ke header (ketika membuat footer) klik perintah go to header (Gambar 4.4
b). Lalu Ketikkan teks untuk header
􀂾 Setelah selesai klik close header and footer (Gambar 4.4 d) atau klik ganda diluar kotak
header dan footer untuk keluar dari format ini.
􀂾 Untuk mengedit header/footer tinggal klik perintah Header atau Footer pada Grup Header
& Footer lalu klik edit header/footer.
􀂾 Dan untuk menghapusnya, klik perintah kembali Header atau Footer pada Grup Header &
Footer lalu klik Remove header/footer.
4.4 Footnone/Endnote
Footnote/Endnote adalah catatan kaki yang digunakan untuk memberikan komentar sebuah
kata yang ada pada dokumen. Biasanya ditandai dengan nomor. Hanya saja Footnote/Endnote
ini tidak akan tampil di setiap halaman . untuk Footnote, komentar akan tampil di bawah
halaman tempat kata yang diberi komentar itu berada. Sedangkan pada Endnote, komentar
akan tampil di akhir dokumen.
Langkah-langkah untuk membuat footnote/endnote:
􀂾 Klik pada kata yang akan diberi catatan kaki.
􀂾 Untuk footnote Klik tab References lalu klik perintah Insert Footnote pada grup
footnotes.
􀂾 Dan untuk endnote, masih di tab References klik perintah Insert Endnote .
􀂾 Lalu ketikan komentar dari kata tersebut.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
􀂾 Kita juga bisa langsung memberikan footnote/endnote dengan terlebih dahulu menentukan
formatnya dengan cara klik perintah untuk menampilkan kotak dialog footnotes di sudut
kanan bawah (gambar 4.5 a) lalu akan muncul kotak dialog Footnote and Endnote (gambar
4.5 b).
(a) (b)
Gambar 4.5
􀂾 Pada kotak pilihan location, tentukan dimana catatan kaki akan ditempatkan.
􀂾 Pada pilihan format tentukan jenis penandaan nya apakan dengan format number pada
number format (tersedia beberapa pilihan) atau tanda lain pada Custom Mark (bisa dengan
karakter khusus dengan memilih tombol Symbol).
􀂾 Pada pilihan start at, tentukan nomor awal catatan kaki dimulai (bila menggunakan format
nomor).
4.5 Penomoran Halaman
Untuk memberikan penomoran halaman, langkah-langkahnya:
􀂾 Klik tab insert lalu klik page number pada grup header & footer (gambar 4.6 a).
􀂾 Lalu tentukan letak penomoran dengan menyorot salah satu pilihan pada drop down (misal
Top of page) lalu klik salah satu lay out yang ditampilkan (misal plain number 2).
(a) (b)
Gambar 4.6
􀂾 Untuk memilih format lain pada page number, klik format page number masih di perintah
page number (gambar 4.6 a) maka keluar kotak dialog page number format (gambar 4.6 b).
􀂾 Tentukan format yang diinginkan pada pilihan number format lalu dari nomor berapa
dimulainya penomoran pada pilihan start at: (gambar 4.6 b).
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
Bagian V
Menyisipkan Objek Lain Pada Word
5.1 Menyisipkan Simbol dan Rumus Matematika.
Adakalanya kita merasa kesulitan apabila harus memasukkan rumus dan simbol matematika
seperti kuadrat ( ) dan sebagainya. Namun dengan Equation kita dapat mengatasi kesulitan
itu. Cara menggunakan Equation adalah:
􀂾 Klik tab insert lalu klik Equation pada grup Symbols.
􀂾 Maka dalam dokumen disediakan kotak khusus untuk memasukkan equation yaitu
􀂾 Pada equation tools, yaitu tab design yang design yang muncul ketika insertion point
berada di dalam kotak equation , dan terdiri dari grup tools,
symbols dan structures (gambar 5.1), kita dapat memilih pada salah satu bentuk rumus
atau simbol yang diinginkan ataupun melakukan pengaturan lain.
Gambar 5.1
􀂾 Setelah semuanya selesai, klik diluar kotak equation
5.2 Menyisipkan Teks Indah
Kita dapat menyisipkan variasi teks yang sangat indah dan warna-warna atau design yang
menarik dengan cara:
􀂾 Klik tab insert lalu klik icon Word Art pada grup illustration.
􀂾 Pilihlah jenis variasi yang diingikan pada tampilan preview (gambar 5.2 a).
􀂾 Lalu muncul kotak dialog Edit WordArt Text (gambar 5.2 b).
(a) (b)
Gambar 5.2
􀂾 Ketikkan teks yang akan disisipkan. Lalu klik OK
􀂾 Setelah teks disisipkan, kita dapat melakukan pengaturan WordArt menggunakan WordArt
Tools yaitu tab Format yang muncul ketika teks yang disisipkan tersorot (gambar 5.3).
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
Mengedit teks Merubah style Efek 3 dimensi Posisi Kedudukan teks dengan WordArt
Menentukan spasi Efek bayangan Merotasikan objek
Warna isi teks Bentuk teks Ukuran objek Format WordArt
Orientasi Teks Perataan Warna garis tepi teks Pengaturan efek bayangan
Membuat seluruh teks semuanya rata
Gambar 5.3
5.3 Menyisipkan Gambar dari Clipt Art
Microsoft Office Word 2007 juga menyediakan file gambar yang disediakan bersama paket
Microsoft Office dan kita dapat menyisipkannya kedalam dokumen dengan cara:
􀂾 Klik tab insert lalu klik icon CliptArt pada grup illustration.
􀂾 Pada jendela Clip Art (muncul sebelah kanan), di kotak Search for, ketik kata yang
berkaitan dengan clipt art, atau langsung saja klik Go untuk
memunculkan gambar yang ada.
􀂾 Klik pada gambar yang tampil.
􀂾 Tutup dengan menekan tombol close pada task pane Clipt Art .
5.4 Menyisipkan Gambar Dari File Gambar
File gambar yang kita simpan di hardisk, flash disk, disket, CD, dsb. dapat disisipkan ke dalam
dokumen yang sedang kita kerjakan dengan cara:
􀂾 Klik tab insert lalu klik icon picture pada grup illustration
􀂾 Pada kotak dialog Insert picture (gambar 5.4), tentukan lokasi tempat gambar disimpan.
􀂾 Klik gambar yang diinginkan lalu klik Insert.
Gambar 5.4
􀂾 Kita dapat melakukan pengaturan tampilan pada gambar menggunakan Picture Tools yaitu
tab Format yang muncul ketika gambar yang disisipkan tersorot (gambar 5.5).
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
Pencahayaan bentuk gambar garis tepi gambar Memotong gambar
Memutar gambar
Mode warna Merubah gambar Style Efek gambar Posisi Ukuran
Kedudukan gambar dengan teks
Gambar 5.5
5.5 Menyisipkan Gambar Berbetuk Sederhana
Untuk menyisipkan gambar berbentuk sederhana (bangun datar) seperti segi empat, segitiga,
segi lima, bintang, lingkaran, dsb. Langkah-langkahnya:
􀂾 Klik tab insert lalu klik icon Shapes pada grup illustration.
􀂾 Lalu pilih bentuk yang diinginkan.
􀂾 Pointer mouse akan berbentuk palang (+).
􀂾 Klikkan mouse pointer di salah satu posisi dimana gambar disisipkan lalu tarik (masih
tetap di klik) ke posisi lain sampai ukuran yang diinginkan.
Bagian VI
Menyisipkan Tabel
6.1 Menyisipkan Tabel Baru
Microsoft Office Word 2007 juga dapat menyisipkan objek berbentuk tabel ke dalam dokumen
dengan cara:
􀂾 Klik tab insert lalu klik icon table pada grup tables.
􀂾 Lalu sorot banyaknya kolom dan baris yang akan disisipkan.
􀂾 Apabila kolom dan baris pada tabel yang disisipkan dalam jumlah banyak, maka setelah
menekan icon table dilanjutkan dengan menekan insert table yang akan menampilkan
kotak dialog Insert Table (gambar 6.1).
Gambar 6.1
􀂾 Pada number of columns, tentukan banyak kolom yang akan disisipkan.
􀂾 Pada number of rows, tentukan banyak baris yang akan disisipkan.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
6.2 Menyisipkan Baris Atau Kolom Baru
Apabila dalam tabel yang telah dibuat terdapat kekurangan baris atau kolom maka kita dapat
menyisipkan kolom atau baris baru.
􀂾 Sorot kolom/baris pada tabel yang akan disisipi dengan kolom atau baris baru.
􀂾 Pada Table Tools, klik tab Layout. Pada grup Rows & Columns (gambar 6.2) kita dapat
memilih pilihan berikut:
􀂃 Insert Above untuk menyisipkan baris baru diatas baris yang disorot.
􀂃 Insert Below untuk menyisipkan baris baru dibawah baris yang disorot.
􀂃 Insert Left untuk menyisipkan baris baru diatas baris yang disorot.
􀂃 Insert Below untuk menyisipkan baris baru dibawah baris yang disorot.
Gambar 6.2
6.3 Menghapus Sel, Baris, Kolom Atau Tabel
Apabila dalam tabel yang kita buat ada kelebihan sel, baris ataupun kolom, maka kita bisa
menghapus sel, kolom atau baris itu, juga kita bisa langsung menghapus seluruh tabel yang ada
dengan cara:
􀂾 Sorot kolom atau baris yang akan dibuang.
􀂾 Pada Table Tools, klik tab Layout. Pada grup Rows & Columns (gambar 6.2), klik
perintah delete dan kita dapat memilih pilihan berikut (gambar 6.3):
􀂃 Delete Cells untuk menghapus sel yang ditempati insertion point.
􀂃 Delete Columns untuk menghapus kolom yang tersorot.
􀂃 Delete Rows untuk menghapus baris yang tersorot.
􀂃 Delete Table untuk menghapus tabel yang ditempati insertion point.
Gambar 6.3
6.4 Merubah Peraataan/Posisi Teks Pada Setiap Sel
Teks yang kita masukkan ke dalam tabel dapat diatur perataannya dengan menggunakan
alligment pada tab Home di grup Paragraph, namun itu hanya untuk perataan horizontal saja.
Kita juga dapat menggunakan perataan tersebut sekaligus memposisikan teks berada di bagian
atas sel, bagian tengah sel ataupun bagian bawah sel. Langkah-langkahnya:
􀂾 Sorot beberapa sel yang akan dirubah perataan/posisinya.
􀂾 Pada Table Tools, di tab Layout dan grup Alligment (gambar 6.4), kita dapat memilih
dengan menekan salah satu bentuk perataan/posisi sesuai dengan keinginan kita.
Gambar 6.4
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
6.5 Mengabungkan sel
Untuk menggabungkan beberapa sel menjadi satu, langkah-langkahnya:
􀂾 Sorot beberapa sel yang akan digabung.
􀂾 Klik perintah Merge Cells pada Pada Table Tools, di tab Layout dan grup
Merge.
6.6 Orientasi teks
Untuk mengatur orientasi/arah teks pada tabel langkah-langkahnya:
􀂾 Sorot teks pada tabel yang akan dirubah orientasinya.
􀂾 Pada Table Tools, di tab Layout dan grup Alligment (gambar 6.4), kita dapat menekan
perintah Text Direction dan lakukan beberapa kali sehingga arah teks sesuai dengan
keinginan kita.
6.7 Sortasi data
Kita dapat mengurutkan data yang berada dalam tabel dengan cara:
􀂾 Sorot data pada tabel yang akan diurutkan.
􀂾 Pada Table Tools, kemudian tab Layout dan Grup Data, klik perintah Sort.
Dan akan memunculkan kotak dialog Sort seperti berikut:
Gambar 6.5
􀂾 Pada sort By, kita dapat menentukan kolom mana yang akan diurutkan.
􀂾 Tandai pilihan Ascending untuk mengurutkan dari A s/d Z atau dari terkecil sampai
terbesar, dan Descending untuk kebalikannya.
􀂾 Pada then by, bisa digunakan apabila akan mengurutkan dari kolom yang lain.
􀂾 Pada My list has, tandai Header Row apabila tabel akan memakai baris kepala tabel, atay
No Header Row apabila tidak akan memakai baris kepala tabel.
Bagian VII
Mencetak Dokumen
Setelah mengetik dan mempercantik dokumen yang kita buat kita dapat mencetak dokumen
tersebut ke media berupa kertas (hard copy).
Dalam dunia komputer dikenal istilah hardcopy dan softcopy, yang masing-masingnya
berfungsi untuk mencetak dokumen. Softcopy adalah mencetak dokumen ke layar monitor,
sedangkan hardcopy adalah mencetak dokumen melalui printer.
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
7.1 Mencetak Ke Layar (Print Preview)
Mencetak dokumen ke layar monitor berupa preview biasanya dilakukan sebelum mencetaknya
ke kertas, untuk mengetahui apakah dokumen yang dibuat telah sempurna atau belum, apabila
ada kekurangan, kita dapat memperbaikinya. Adapun langkah-langkahnya:
􀂾 Klik tombol Microsoft Office , lalu sorot Print (jangan dulu di klik). Maka muncul
beberapa pilihan di sebelah kanannya (gambar 7.1 a)
􀂾 Klik Print Preview. Maka tampilan preview ditampilkan (gambar 7.1 b).
(a) (b)
Gambar 7.1
􀂾 Kita bisa langsung mencetak ke kertas dengan menekan perintah print (bab 7 point 2) pada
grup print, mengatur kembali ukuran margin dan kertas pada grup page setup, atau
tampilan pada grup Zoom, dan mengatur pilihan lain pada grup Preview.
􀂾 Klik Close Print Preview untuk menutup Preview.
7.2 Mencetak Ke Kertas
Untuk mencetak dokumen, langkah-langkahnya:
􀂾 Klik tombol Microsoft Office , lalu sorot Print (jangan dulu di klik). Maka muncul
beberapa pilihan di sebelah kanannya (gambar 7.1 a) lalu klik Print. Atau tekan CTRL + P
dari keyboard. Atau bisa dari tampilan menu preview seperti yang telah disebutkan di atas.
􀂾 Maka Kotak dialog Print muncul:
Gambar 7.2
Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Saepuloh
􀂾 Pada tab Name, kita dapat memilih jenis printer yang aktif di komputer dengan mengklik
tanda panah yang terdapat disebelah kanan option ini.
􀂾 Kita juga bisa mencetak dokumen ini ke file dengan cara menandai option print to file.
􀂾 Pada tab page range ada tiga alternatif pencetakan yang disediakan oleh Microsoft Word.
􀂃 ALL, berfungsi untuk mencetak seluruh isi dokumen.
􀂃 Current page, berfungsi untuk mencetak halaman dokumen yang sedang aktif saja
(halaman yang aktif ditentukan oleh posisi insertion point pada saat pencetakan).
􀂃 Pages, berfungsi untuk mencetak halaman tertentu dari suatu dokumen dengan
mengetikan nomor halaman dokumen yang akan dicetak dan dipisahkan dengan tanda
koma. Contoh kita akan mencetak halaman 1,2,5. dan 10, maka pada kolom page range
isikan 1,2,5,10. Jika ingin mencetak dokumen pada range tertentu, misalnya ingin
mencetak halaman 2 sampai halaman 10 maka cukup ketik 2-10, atau 1,2,5-10 jika
ingin mencetak halaman 1,2 dan halaman 5 sampai 10.
􀂾 Tab copies digunakan untuk menentukan jumlah salinan (copian) dari dokumen yang akan
dicetak. Jika kita mencetak 5 rangkap maka isilah dengan angka 5.
􀂾 Option properties dapat digunakan untuk menset jenis kertas, kualitas pencetakan, dan
lain-lain.
􀂾 Pada option print what isikan document jika ingin mencetak dokumen.
􀂾 Option prints dapat kita pilih alternatif pencetakan, apakah hanya mencetak halaman ganjil
saja (odd) atau genap saja (event) saja, atau keduanya (all pages ranges).
􀂾 Klik OK untuk melakukan proses pencetakan.
Referensi
Sebagian artikel diambil dari Microsoft Office Word Help yang sudah diterjemahkan.
Gambar dibuat oleh sendiri dengan Print Screen.
Biografi Penulis
Saepuloh. Lahir di Tasikmalaya tahun 1987. Penulis mulai tertarik di bidang
komputerisasi sejak duduk di bangku MA kelas II dan waktu itu kebanyakan
sistem operasi di desa Penulis masih berbasis Windows 98 dan Office 97.
Namun penulis tidak mengikuti pendidikan yang formal untuk bidang ini.
Penulis menekuninya secara autodidak.
Mulai dari tahun 2006 sampai sekarang penulis menjadi tenaga pengajar
mata pelajaran Bahasa Inggris di Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) dan MA
Assa’adah yang merupakan almamaternya.
Penulis tinggal di Kp. Karangsambung Ds. Karangsembung Kec. Jamanis
Kab. Tasikmalaya 46175 Hp. 085223377295.